Rasio Kompresi Mesin, apakah itu?
Istilah Kompresi Mesin menjadi salah satu kosa kata di bidang otomotif. Ada yang berpendapat bahwa hal itu menunjukkan perbandingan tekanan udara berbanding bensin/BBM. Benarkah demikian?

Gambar 1. Skema Mesin 4 tak
Gambar 2. Visualisasi Sistem Pembakaran 4 Tak (1 silinder)
Mesin 4 tak memiliki 4 langkah kerja yang didasarkan pada konsep siklus Carnot (Fisika Sains). Yang memenuhi hukum2 termodinamika. Keempat siklus tersebut adalah sebagai berikut:
1. Intake (langkah hisap/suction stroke) : penghisapan campuran udara dan bahan bakar (bisa berasal dari karburator atau dari sistem injeksi)
2. Compression Stroke(langkah penambah tekanan) : campuran udara dan bahan bakar dimampatkan dengan cara piston bergerak ke arah titik mati atas (ke arah i pada gambar). Campuran terbaik yang sesuai (stochiometric) adalah 15:1, 15 bagian volume udara dan 1 bagian volume bahan bakar (bensin).
3. Combustion (langkah usaha/power stroke) : disini campuran bahan bakar dan udara yang telah dimampatkan dibakar dengan menggunakan kejutan bunga api listrik yang berasal dari busi. Akibatnya terjadi pembakaran dan volume fluida/gas hasil pembakaran akan memuai secara mendadak (dengan suatu nilai daya ) dan akan mendorong silinder piston ke arah bawah (menuju titik mati bawah; ke arah G pada gambar 1). Dan beberapa derajad sebelum piston mencapai titik mati atas, busi memercikkan bunga api untuk menyalakan bahan bakar – udara, Di sini tekanan gas hasil pembakaran akan meningkat kira-kira 10x lipat dibandingkan pada langkah kompresi.
4. Exhaust Stroke (Langkah pembuangan) : di sini gas sisa pembakaran akan dibuang keluar (ke knalpot) melalui exhaust port (J).
Keempat proses tersebut bisa digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3. Visualisasi Sistem Pembakaran 4 Tak (4 silinder)
Tekanan kompresi adalah tekanan efektif rata-rata yang terjadi di ruang bakar tepat di atas piston. Tekanan kompresi ini juga dibagi dengan 2 definisi, tekanan kompresi motorik dan tekanan kompresi pembakaran.
Tekanan kompresi motorik ini adalah tekanan yang sering di ukur oleh mekanik dengan alat compression gauge dengan satuan kPa, psi atau bar. Tekanan motorik akhirnya lebih dikenal dengan tekanan kompresi. Tekanan ini membaca tekanan kompresi di ruang bakar tanpa adanya penyalaan busi, caranya dengan memasang compression gauge pada lubang busi kemudian handle gas kita tarik penuh (full open throttle) kemudian kita engkol dengan kick starter hingga jarum bergerak naik dan berhenti pada angka tertentu. Nah angka tadi adalah tekanan kompresi motorik.
Tekanan kompresi motorik ini kisaran 900 kPa hingga 1400kPa untuk motor standar, atau 9 – 13 psi.
Yang kedua adalah tekanan ruang bakar. Tekanan ini dihitung saat mesin menyala atau terjadi proses pembakaran. Pengukuran ini tidak menggunakan alat compression gauge lagi, namun memakai sensor pressure yang ditanam di silinder head. Tekanan kompresi pembakaran ini bisa mencapai 10x lipat dari tekanan motorik. Tekanan ini akhir nya di gambarkan dalam sebuah diagram grafik P – teta (pressure vs derajad poros engkol).
Pada mesin 2 tak hanya ada 2 langkah:
1. langkah hisap (intake) dan combustion berlangsung bersama-sama, di bagian atas dan bawah piston.
2. langkah buang (exhaust) dan compresi dilakukan bersama2.
kedua proses ini bisa digambarkan sebagai berikut:

Gambar 4. Visualisasi Sistem Pembakaran 2 Tak (1 silinder)
Nah, yang disebut kompresi mesin atau lebih tepatnya rasio kompresi mesin adalah perbandingan volume ruang bakar (saat piston berada di puncak atas / titik mati atas) dengan keseluruhan ruang silinder piston (ruang bakar dan ruang kompresi). Misal volume ruang bakar diberi nama Vb dan volume silinder total adalah Vt, serta volume ruang kompresi adalah Vk maka rasio kompresi bisa dituliskan sebagai
Rasio kompresi: (Vt)/(Vb) = (Vb + Vk) / (Vb)
Misal perbandingan mesin Supra X adalah 9.0:1 artinya perbandingan Vt/Vb=9. Makin tinggi nilai Vt/Vb maka tenaga yang dapat dihasilkan mesin akan semakin besar, karena pemampatan udaranya semakin baik. Mesin-mesin motor sekarang memiliki rasio kompresi yang semakin besar. Misal Jupiter MX 10,9:1, Yamaha Vixion 10:4:1 dsb. Makin tinggi rasio kompresi mesin maka membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan makin tinggi (makin tahan tekanan tinggi sebelum terbakar). Rasio kompresi 9.0:1 ke bawah cukup diberi premium (dengan nilai RON-Research Octan Number –> 88 ) sedangkan selebihnya memerlukan pertamax 92 dan di atasnya.
Kalau mesin kompresi tinggi (pertamax) dipaksa diisi premium maka akan terjadi detonasi/menggelitik, dimana BBM terbakar sebelum TMA, akibatnya tenaga ngedrop dan yang paling parah piston bisa jebol, atau stang piston bengkok mau lihat???
Gambar 5. Piston jebol karena detonasi
Gambar 6. Setang Piston bengkok karena detonasi
Agar piston tidak jebol bisa diakali dengan memajukan timing pembakaran, mintalah teknisi bengkel Anda melakukannya. Supaya mesin kompresi tinggi anda premium-friendly. Untuk motor injeksi ada sensor BBM, jadi kalo vixion diisi premium sistem akan merubah timing pembakaran yang sesuai.
Sumber: berbagai sumber, hkuracing
Tabel Kompresi Mesin
| Yamaha Mio | 8,8:1 |
| Yamaha Majesty 125 | 11:1 |
| Yamaha Nouvo | 8,8:1 |
| Yamaha Scorpio | 9,5:1 |
| Yamaha Jupiter | 9,0:1 |
| Yamaha Jupiter-Z | 9,3:1 |
| Yamaha Jupiter MX 135LC | 10,9:1 |
| Yamaha F1ZR | 7,1:1 |
| Yamaha RX-King | 6,9:1 |
| Yamaha YT 115 | 7,2:1 |
| Yamaha RZR | 7:1 |
Motor
Mobil:














Iya sih kang emang bagus pake yang 92.
Tapi kantong bolong pake itu mulu.
Jadi V-ixion saya bisa diisi dengan yang 88 kan kang?
G ada resiko kang kalau pake yang 88 karena kompresi nya 10,40 :1?
temen saya pake vixion generasi pertama pake premium terus mesinnya masih sehat sampai sekarang
Menurut akang bagusan bahan bakar dari pertamina atau petronas?
selamat malam gan…mo tanya nich motor ane suzuki arashi 125,kebtulan mo ane tanem rumah keong IHI HRB31.yg mo ane tanyakan klo utk menurunkan kompresi caranya bagaimana part2 apa ja yg perlu di ganti.kira2 kompresi harus main brp,apa betul klo komresi motor ane 9.3:1 ketemuy 8 karna top piston biasa mundur skitar 1mm dari puncak.apakah piston standar masih kuat smpai 11-12 ataukah harus ganti dg piston yg low kompresi.mhon bantuany gan…krn sy ingin hasil yg bner2 akurat soaly dtmpat ane gk sdkit oknum bengkel yg nakal takuty mreka hanya asal2an dlm instalasi turbo krn blm tentu smua mekanik paham betul dg turbo.atas perhatian dan bantuany ane ucapkan bnyak2 terima kasih met malam N lam kenal
@Ricki: wah petronas di daerah saya nggak ada SPBUnya jadi gak bisa bandingin, kalo di wilayah jabodetabek mungkin ada
pak aku mau tanya …emang motor 4 tak klo dipakai perjalanan jauh di setting klep kendor knapa pak?
@sukoco: makin lama dipakai klep pasti makin kendor, namun juga klep kendor membuat tarikan enteng, asal kendornya tidak berlebih aja, malah kompresinya hilang
cara menganalisi kompresi agar tarikan lbh enak bagaimanakah ??
kalo buat mobil escudo 2.0 yg kompresi 9,3:1 bbm apa yg pas, mas???
suwun…
@alik: pertamax aja boz, lagian mulai april 2012 mobil pribadi wajib pake pertamax, hehehe
mas saya punya motor supra x FGM-FI,dengan rasio 9,3:1,pertanyaan saya
1. jenis bbm apa yg cocok dgn motor ini dalam jangka panjang?
2. apa benar bbm jenis premium masih mengandung timbal?
3. apa benar knalpot yg menggunakan catalytic converter, harus menggunakan pertamax?
1. Yang bagus ya pertamax, RON 92 atau merk lain RON 92
2. Premium sejak 2006 tidak pakai timbal
3. Pakai CC harus pakai BBM tanpa timbal spy tidak cepat mampet, kalau mau aman ya pakai pertamax tapi premium sekarang juga sudah bebas timbal
mau tanya mas saya punya motor vario techno 125 yang kompresornya 11:1
bahan bakar yang cocok apa ya?
kalo misalnya pake premium gimana untuk jangka panjangnya?
wah, 11:1, tapi kata pabrikannya masih didesain tahan pake premium. tentu performa akan turun drpd pake pertamax
Kalau Yamaha New Jupiter MX tu pantesnya pakai apa mas?
Terus kalau pantesnya pakai Pertamax, tak isi bensin Premium ngaruh nggak mas?
Kalau ngaruh, bahaya nggak mas?
Maaf banyak tanya..
gan brarti motor shogun ane harus pake pertamax donk
Saya punya temen pake MX 4 tahun pake premium ok2 aja, cuman performa akan lebih baik kalo pake pertamax
buat shogun sesuai kantong aja deh, hehehe